Kurma merupakan salah satu oleh-oleh haji yang paling banyak dibawa pulang ke Tanah Air. Rasanya yang manis, teksturnya yang legit, serta manfaat kesehatannya menjadikan kurma sebagai buah tangan favorit yang dinantikan banyak orang.
Namun, sayangnya banyak orang belum mengetahui cara menyimpan kurma dengan benar. Padahal, penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat kurma cepat mengering, berubah rasa, bahkan berjamur. Nah, agar kurma oleh-oleh Anda tetap awet dan segar meski disimpan dalam waktu lama, simak beberapa tips berikut ini!
1. Kenali Jenis Kurma yang Anda Miliki
Sebelum menyimpan, penting untuk mengetahui jenis kurma yang dibawa:
- Kurma kering seperti Ajwa, Safawi, atau Khalas cenderung tahan lama.
- Kurma basah atau semi-basah seperti Sukkari dan Barhi lebih cepat rusak dan membutuhkan perhatian khusus saat disimpan.
Mengetahui jenis kurma akan membantu Anda menentukan cara penyimpanan yang paling sesuai.
2. Simpan di Tempat Sejuk dan Kering
Kurma sebaiknya disimpan di tempat yang:
- Tidak terkena sinar matahari langsung
- Tidak lembap
- Bersuhu ruangan yang sejuk (di bawah 25°C)
Hindari menyimpan kurma di dekat kompor, oven, atau tempat yang panas, karena bisa mempercepat fermentasi alami yang membuat kurma cepat rusak.
3. Gunakan Kulkas untuk Menyimpan Lebih Lama
Untuk penyimpanan jangka panjang:
- Simpan kurma dalam wadah tertutup rapat (sebaiknya berbahan kaca atau plastik food grade).
- Masukkan ke dalam lemari es bagian bawah (bukan freezer), agar tetap segar hingga 6 bulan.
- Jika ingin disimpan lebih dari 6 bulan, freezer bisa jadi pilihan. Bekukan dalam wadah kedap udara, dan kurma bisa bertahan hingga 1 tahun.
Saat akan dikonsumsi, cukup keluarkan dan diamkan pada suhu ruangan hingga teksturnya kembali lembut.
4. Gunakan Wadah Kedap Udara
Kurma sebaiknya dipindahkan dari bungkus plastik sekali pakai ke wadah tertutup agar tidak terpapar udara atau bau makanan lain. Wadah kedap udara menjaga kelembapan alami dan mencegah masuknya serangga atau debu.
5. Jangan Mencuci Kurma Sebelum Disimpan
Meski terlihat lebih bersih, mencuci kurma sebelum disimpan justru bisa mempercepat pembusukan karena kelembapan ekstra. Cuci hanya saat akan dikonsumsi.
6. Simpan Terpisah dari Makanan Berbau Tajam
Kurma mudah menyerap bau dari sekitarnya. Jangan simpan kurma bersama bawang, durian, atau bahan makanan beraroma menyengat, agar rasanya tetap murni dan segar.
7. Periksa Secara Berkala
Lakukan pemeriksaan visual dan cium aroma kurma secara berkala. Jika muncul bintik putih seperti jamur atau aroma asam yang tidak biasa, kurma kemungkinan sudah mulai rusak dan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Penutup
Kurma memang dikenal sebagai buah yang tahan lama secara alami, tetapi perawatan penyimpanan tetap penting untuk menjaga cita rasa dan kandungan nutrisinya. Dengan cara menyimpan yang tepat, kurma oleh-oleh haji Anda bisa tetap segar dan lezat untuk waktu yang lama, siap disantap kapan saja atau dibagikan ke orang-orang tercinta.
Untuk mendapatkan kurma kualitas terbaik silahkan kunjungi toko Bin Daud :
Ma’rumpa,
Ruko Griya Batas Kota Blok 5C,
Jl. Poros Makassar – Maros
📌 Jl. A.P Pettarani no 3,
Tamamaung. ( dekat Abdesir)
Info lebih lanjut
0811-3378-660 (Bin Daud Maros)
0821 2222 9601( Bin Daud Makassar)



