Ahmad Afandi October 21, 2025 No Comments

Terungkap: Ukiran Batu Purba Berusia 12.800 Tahun di Saudi

Komisi Warisan Arab Saudi mengumumkan temuan luar biasa berupa ukiran seni cadas berukuran nyata yang berasal dari 11.400 hingga 12.800 tahun lalu. Temuan ini menandai fase seni cadas paling awal yang pernah tercatat secara ilmiah di Kerajaan. Selain itu, tim peneliti memublikasikan hasil risetnya dalam jurnal Nature Communications. Proyek Green Arabiamemimpin kerja sama ini bersama sejumlah universitas dan pusat riset lokal maupun global. Mereka menemukan situs tersebut di bagian selatan Gurun Al-Nafud Al-Kabir di wilayah Hail. Penemuan ini menegaskan peran Semenanjung Arab sebagai pusat awal kreativitas manusia. Para arkeolog memperkaya catatan sejarah Kerajaan dengan bukti konkret yang menghubungkan seni, kehidupan, dan budaya masyarakat prasejarah di kawasan tersebut.   Lebih jauh, penelitian ini menunjukkan bagaimana utara Semenanjung Arab membangun hubungan budaya dan ekonomi dengan wilayah tetangga ribuan tahun lalu. Temuan itu membuktikan bahwa kawasan yang kini gersang dahulu menjadi tanah subur yang menopang kehidupan manusia. Tim ilmuwan mendokumentasikan 176 ukiran batu, termasuk 130 figur berukuran asli seperti unta, kijang, kuda, kambing gunung, dan banteng liar yang kini punah. Beberapa ukiran mencapai panjang tiga meter dan berada di tebing tinggi yang sulit dijangkau. Kondisi ini mencerminkan ketekunan serta keahlian tinggi para seniman purba. Hasil analisis menunjukkan bahwa manusia menciptakan ukiran tersebut pada fase iklim lembap sekitar 13.000–16.000 tahun lalu. Kondisi alam yang subur saat itu mendukung penyebaran manusia ke wilayah yang kini berubah menjadi gurun kering. Dengan demikian, penemuan ini tidak hanya mengungkap seni, tetapi juga merekam perjalanan peradaban dan iklim yang membentuk sejarah Arab Saudi.

Ahmad Afandi October 21, 2025 No Comments

Saudi Temukan Dinar Emas Abad ke-8, Bukti Kejayaan Dagang Islam

Komisi Warisan Budaya Saudi mengumumkan temuan dinar emas berumur 1.247 tahun di Al-Ajfar, timur Hail. Komisi tersebut merilis detail awal melalui seri “Dari Memori Arkeologis” untuk menonjolkan warisan Islam Kerajaan. Selain itu, pengumuman ini menghidupkan minat publik pada riset arkeologi. Tim arkeolog menetapkan tahun pencetakan pada 162 H/778 M setelah membaca inskripsi. Mereka menggolongkankoin ini sebagai bukti awal aktivitas dagang di utara Jazirah pada masa Abbasiyah. Keping itu memuat kalimat tauhid beraksara Kufi yang menegaskan identitas Islam serta kesatuan sistem moneter. Kota Al-Ajfar melayani arus kafilah, pedagang, dan jamaah haji yang menuju Makkah lewat jalur Iraq–Hijaz. Selain itu, sumber air tawar menopang logistik perjalanan dan mendorong pertukaran barang. Pada saat yang sama, posisi strategis kota ini membentuk simpul budaya di jantung Jazirah Arab.   Peneliti menguji komposisi logam dan menelusuri pusat pencetakan untuk memetakan rute niaga lintas kawasan. Dengan demikian, temuan laboratorium memberi bukti kuantitatif tentang jaringan ekonomi abad awal Islam. Akhirnya, analisis ini menautkan Hail ke koridor dagang regional. Arab Saudi menegaskan komitmen pelestarian warisan dengan mengelola situs penting di Hail. UNESCO mengakuiJubbah sebagai warisan dunia, dan otoritas setempat merawat jalur kafilah Al-Ajfar agar publik mempelajari sejarahnya. Sementara itu, temuan dinar ini menguatkan narasi kejayaan dagang Islam

Ahmad Afandi October 7, 2025 No Comments

Oleh-Oleh Haji yang Bisa Dibeli di Indonesia: Alternatif Bagi yang Tidak Pergi Haji

Setiap musim haji, banyak keluarga Muslim di Indonesia menantikan kedatangan sanak saudara dari Tanah Suci. Selain doa dan cerita perjalanan spiritual yang mengharukan, oleh-oleh haji juga menjadi hal yang dinanti. Kurma, air zamzam, parfum Arab, hingga sajadah khas Timur Tengah menjadi simbol keberkahan dan kebahagiaan. Namun bagaimana jika belum memiliki kesempatan untuk pergi haji, atau ingin berbagi nuansa haji meski belum berangkat ke Mekkah? Kini, oleh-oleh haji tidak lagi hanya bisa didapatkan di Arab Saudi. Berbagai produk khas haji sudah tersedia di Indonesia, termasuk melalui toko oleh-oleh terpercaya seperti Bin Daud, yang kini hadir di Makassar dan Maros. Kenapa Oleh-Oleh Haji Banyak Dicari? Oleh-oleh haji bukan sekadar buah tangan biasa. Barang-barang seperti kurma Ajwa, air zamzam, minyak wangi attar, hingga tasbih dan sajadah membawa nilai spiritual yang mendalam. Bagi penerima, oleh-oleh tersebut menjadi simbol perhatian dan harapan agar kelak juga bisa menyusul beribadah ke Tanah Suci. Bagi yang belum berangkat, memberi oleh-oleh khas haji bisa menjadi cara untuk berbagi semangat, kebaikan, dan nuansa ibadah dengan orang-orang terdekat. Oleh-Oleh Haji yang Bisa Dibeli di Indonesia Berikut beberapa jenis oleh-oleh haji yang kini bisa Anda temukan dengan mudah di Indonesia, terutama di toko Bin Daud yang menyediakan produk-produk khas langsung dari sumber terpercaya. 1. Kurma Premium (Ajwa, Sukari, Medjool) Kurma menjadi oleh-oleh utama yang selalu identik dengan haji. Di Bin Daud, tersedia berbagai jenis kurma impor berkualitas seperti: Kurma Ajwa: Kurma Nabi yang dikenal dengan manfaat spiritual dan kesehatan. Kurma Sukari: Tekstur lembut dan rasa manis alami, sangat disukai sebagai camilan sehat. Kurma Medjool: Ukuran besar dan rasa legit, cocok untuk oleh-oleh premium. Semua kurma dikemas dengan higienis dan tersedia dalam berbagai ukuran, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk dijadikan bingkisan. 2. Air Zamzam Air zamzam adalah simbol keberkahan dan kemuliaan. Kini Anda dapat membeli air zamzam asli dalam kemasan botol langsung dari Arab Saudi melalui toko Bin Daud. Produk ini telah melalui proses distribusi resmi, sehingga terjamin keasliannya. 3. Minyak Wangi Attar (Non-Alkohol) Parfum khas Arab berbahan dasar minyak alami, tanpa alkohol, sangat populer sebagai oleh-oleh ibadah. Wangi seperti kasturi, amber, oud, dan musk tersedia dalam berbagai kemasan, mulai dari botol kecil hingga eksklusif, cocok sebagai hadiah spiritual. 4. Sajadah Berkualitas Bin Daud juga menyediakan sajadah dengan motif dan bahan khas Timur Tengah. Ada sajadah tebal dari Turki, sajadah travel yang ringan dibawa, hingga sajadah dengan bordiran elegan. 5. Tasbih Kayu dan Batu Alam Tasbih kayu gaharu, kayu cendana, atau batu alam juga tersedia sebagai oleh-oleh yang memiliki nilai ibadah. Beberapa varian bahkan dikemas dalam kotak elegan, cocok untuk hadiah keluarga, guru ngaji, atau sahabat. 6. Madu Yaman dan Produk Herbal Arab Madu jenis Sidr dan madu Yaman dikenal dengan khasiatnya untuk kesehatan. Produk ini tersedia di toko Bin Daud dengan kemasan asli dan berbagai ukuran. Selain itu, tersedia juga produk herbal seperti habbatussauda, minyak zaitun, dan kapsul herbal lainnya. 7. Produk Kecantikan dan Perawatan Khas Timur Tengah Produk seperti air mawar, sabun zaitun, krim herbal, dan lulur ala Timur Tengah juga bisa menjadi oleh-oleh yang unik dan bermanfaat. Bin Daud: Solusi Oleh-Oleh Haji di Makassar dan Maros Sebagai pusat oleh-oleh haji dan kurma premium, Bin Daud hadir di Kota Makassar dan Kabupaten Maros untuk memudahkan masyarakat mendapatkan produk khas haji tanpa harus ke luar negeri. Dengan konsep toko yang modern dan pelayanan ramah, Bin Daud menjadi pilihan utama masyarakat Sulawesi Selatan dalam mencari oleh-oleh bernuansa ibadah. Bin Daud tidak hanya menyediakan produk asli dan berkualitas, tetapi juga memberikan jaminan harga yang bersaing, serta ketersediaan stok sepanjang tahun. Dengan demikian, siapa pun bisa membeli oleh-oleh khas haji kapan saja, baik untuk keperluan pribadi, acara keluarga, maupun sebagai bentuk perhatian bagi orang tercinta. Penutup Pergi haji memang menjadi dambaan setiap Muslim. Namun, berbagi keberkahan tidak harus menunggu berangkat ke Tanah Suci. Melalui toko oleh-oleh seperti Bin Daud, Anda bisa menghadirkan nuansa spiritual khas Mekkah ke rumah, dan menyebarkan kebaikan kepada orang-orang terdekat. Kunjungi toko Bin Daud di Makassar atau Maros dan temukan berbagai pilihan oleh-oleh haji terbaik, berkualitas, dan penuh makna. Karena berbagi keberkahan bisa dimulai dari hal-hal sederhana Kunjungi toko Bin Daud : 📌 Ma’rumpa, Ruko Griya Batas Kota Blok 5C, Jl. Poros Makassar – Maros 📌 Jl. A.P Pettarani no 3, Tamamaung. ( dekat Abdesir) Info lebih lanjut 0811-3378-660 (Bin Daud Maros) 0821 2222 9601( Bin Daud Makassar)

Kami berfokus pada produk Kurma, Perlengkapan Ibadah, Perlengkapan Haji dan Umrah serta kebutuhan Islami lainnya.

Produk Kami

Perlengkapan Ibadah

Parfum Premium

Halal Food

Kontak Kami

0811 462 2225 (Pusat Maros)

Ruko Griya Batas Kota Blk. 5C, Jl. Poros Makassar - Maros, Maros, Sulawesi Selatan, Indonesia 90552

Bin Daud: Pusat Kurma & Oleh Oleh Haji Umrah 2026